Minggu, 30 Januari 2022

EKSPLORASI BUDAYA CINA BENTENG: BENTENG MAKASSAR DI TANGERANG, KE MANAKAH BENTENGNYA?

Sejarah Cina Benteng atau dahulu disebut orang Bike yang tinggal di sekitar benteng. Terbersit pertanyaan, jika ada komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar benteng yang hingga kini masih ada keturununannya yang disebut Cine Benteng, di manakah letak bentengnya? Mengapa tidak ada benteng di sekitar pemukiman sekarang? Inilah yang menjadi ulasan menarik tim FBI News Banten untuk kembali menelusuri jejak benteng di Tangerang yang sering disebut Benteng Makassar.


Kembali bersama Koh Achong, tokoh pemerhati dan pelestari budaya Tionghoa Tangerang, kami berbincang-bincang. Koh Achong menjelaskan sejarah mengenai Benteng Makassar ini. 


Saat itu, di tahun 1600-an terjadi keributan antara Kesultanan Banten dengan Kapiten Batavia Souw Beng Kong. Souw Beng Kong seorang tokoh yang diandalkan gubernur jenderal pertama Hindia Belanda, Jan Pieterszoon Coen, saat gagal membuka Batavia sebagai pusat perdagangan. Souw Beng Kon pun sangat dihormati di masyarakat Banten (Tangerang).


Beng Kong yang sudah terkenal sebagai saudagar sukses dan dihormati di Banten akan sangat dibutuhkan oleh VOC guna menggulirkan ekonomi Batavia dengan mengajak orang-orang Tionghoa ke Batavia. Setelah melalui perundingan dengan orang-orang Tionghoa di Banten (Tangerang hingga Cikande), Souw Beng Kong pun akhirnya mengiyakan permintaan JP Coen. Sebanyak 200 orang Tionghoa datang ke Batavia pada gelombang pertama yang akan melonjak menjadi tiga ribuan dalam waktu 30 tahun. Di situlah Souw Beng Kong ditunjuk Belanda menjadi Kapiten di Batavia.


Dalam keributan antara Souw Beng Kong dengan Kesultanan Banten saat itu yang mana sebenarnya didalangi oleh J. P. Coen, untuk mempertahankan wilayah dagangnya, Belanda mendirikan benteng di sekitar sungai Cisadane yang mana kala itu sungai Cisadane menjadi tempat strategis sebagai lintas transportasi perdagangan.


Disebut Benteng Makassar dikarenakan Belanda kekurangan pasukan hingga mendatangkan orang-orang dari Makassar untuk memperkuat penjagaan di sekitar benteng. Karena tidak mungkin Belanda mengambil orang-orang lokal, takutnya mereka akan berkhianat dan setia kepada kesultanan Banten. Dari situlah penduduk lokal menyebutnya Benteng Makassar karena banyaknya orang Makassar di benteng Belanda tersebut.


Istilah Cina Benteng pun timbul dari situ. Yaitu komunitas etnis Tionghoa yang tinggal di seputaran benteng. Zaman itu Sungai Cisadane tidak seperti sekarang. 


“Dulu bangunan belum banyak dan dari sisi sungai berseberangan dengan sisi lainnya, penduduk Cina Benteng masih bisa saling gegeroan (menyapa/memnaggil – red),” jelas Koh Achong.


“Kode (koko paling gede – red)…. Apa… Lagi ngapain? Berak…” ujar Koh Achong menirukan gaya percakapan Cina Benteng (Ciben) di kala itu. Semua terbahak mendengar kelakar Koh Achong. Koh Achong melanjutkan bahwa dulu menurut cerita orang-orang tua, zaman kakek nenek kita, masih ada yang dapat melihat bekas reruntuhan benteng Belanda ini. Namun seiring perkembangan zaman, terjadi abrasi dan pelebaran sungai. Maka reruntuhan benteng tersebut tidak dapat terlihat lagi.


Mungkin cerita ini dapat menjadi masukkan bagi kita semua khususnya pemerintah daerah Tangerang agar selalu melestarikan dan lebih perduli lagi terhadap bangunan bersejarah. Sedih rasanya ketika tahu ada bangunan masa Belanda tergerus bangunan baru hanya karena bisnis untuk mendulang rupiah semata. Identitas bangsa ini dapat dilihat dari peninggalan sejarah atau artefak yang dapat kita lihat di masa sekarang. Jangan sampai generasi kita lupa bahkan tidak tahu identitas bangsa ini dan akhirnya rasa nasionalisme bangsa hilang begitu saja

Rabu, 19 Januari 2022

FBI News Biro Bogor Gelar Mancing Bersama Jurnalis



LEUWILIANG - Rayakan Ulang Tahun Ke Lima FBINews, Biro Bogor Raya mengajak para wartawan di Kabupaten Bogor  untuk mancing bersama, di Pemancingan subur yang berlokasi di  Babakan Baru, desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor Rabu (19/01/2022).

Acara yang dihadiri awak media dari berbagai media yang ada di kabupaten Bogor, perwakilan UPT, pimpinan umum Forum Bhayangkara Indonesia ( Anwar Khairullah ), penasehat FBI ( R Surya Dharma ), Kaperwil FBI Banten ( Teddy ), Irfan Lubis Ketua MIO Kab Bogor, Agus Tiro Ketua Pokja Bogor Barat, Ketua FM3D Gozal Sadewo. dan sejumlah tamu undangan baik ormas ataupan instansi pemerintahan. 

Kasdi Weno, Kabiro FBI News Bogor Raya, saat di temui disela sela acara mengatakan, mancing bersama ini merupakan salah satu rangkaian perayaan HUT FBINews yang ke 5. “Ada banyak Kaperwil maupun Biro yang menggelar untuk merayakan HUT FBi News


Kasdi mengaku bersyukur karena semua peserta baik dari UPT-UPT, relasi FBINews maupun wartawan di Bogor  antusias mengikuti semua tahapan acara". Jelasnya.


Sementara itu pimpinan umum FBI dalam sambutannya mengimbau khususnya untuk wartawan yang tergabung dalam FBInews umumnya kepada yang hadir agar senantiasa menjadi penyambung lidah rakyat, memberikan informasi yang berimbang, edukatif, faktual dan independen"

Selsai memberikan sambutan Pimpinan Umum FBINews memotong tumpeng kuning dan di berikan kepada Kabiro Bogor Raya dan di lanjutkan melepaskan Ikan Kekolam pancing, Sebagai pembuka Mancing Bersama di mulai. 

Hal senada juga diungkapkan penasehat FBInews menurutnya " media haruslah mengambil peran sebagai engineer building characcter nation, menyadarkan masyarakat tentang bagaimana Medsos digunakan secara positif. mengajarkan dan mengajak masyarakat untuk memahami bahaya penyebaran hoax dari sisi hukum, agama, kesusilaan, dan kesopanan", pungkasnya.

Senin, 17 Januari 2022

 

BOGOR= Mengawali tahun 2022, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke Lima, FBINews Biro Bogor Raya, Gelar Mancing Bersama sesama Jurnalis di Bogor Raya
Kegiatan yang akan berlangsungpada Rabu 19 Januari 2022 ini digelar dikolam pancing Babakan Baru Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor akan di ikuti sedikitnya 53 peserta yang telah mendaftar, .

Menurut Kasdi Weno Kepala Biro Bogor Raya FBI News "mengatakan ini digelar sebagai sarana silahturahmi antar sesama Jurnalis, kabupaten Bogor.

Mancing bersama yang digelar Gratis oleh FBINews ini akan dilaksanakan menerapkan aturan protokol kesehatan di arena pemancingan , panitia pun menyiapkan fasilitas coffee morning dan makan siang bagi peserta. Dengan demikian peserta tidak perlu mencari makanan diluar arena pemancingan." terang pria yang akrab disapa aki Botak ini

 

Selain Mancing bersama , dalam acara tersebut juga sekaligus dijadikan sebagai momen mengenalkan keberadaan FBINews di kabupaten Bogor,

Sementara itu, Pemred FBINews, Achmad Fauzi mengatakan, kegiatan ini lebih kepada pendekatan hubungan emosional antara Jurnalis agar saling mengenal lebih dekat satu sama lain dan akan lebih menjadi akrab.

Lebih lanjut Fauzi mengatakan, terimakasih kepada pimpinan Umum Bapak Anwar Khairullah, Kapewil Banten Bapak Teddy, Juga kaperwil FBINews yang lain.
"Alhamdulillah terbentuk nya kerjasama dan sinergy antar kaperwil maupun Biro, sehingga Biro-Biro, maupun perwakilan, setiap provinsi dapat merayakan Milad ke V FBINews"

 

H.Ujang Yani : Santuni 300 Anak Yatim Piatu dan 800 Janda Dan keluarga Masyarakat Kurang Mampu

CIAMPEA= Baru baru ini H.Ujang yani Kades Cicadas, kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, menggelar santunan Anak yatim piatu dan janda miskin.A...